Karya Anak Anak SMK Tunas Grafika Informatika

31 Oct

Karya 1

Karya 2

Bob Marley “Teriakkan Kebebasan” Lewat Musik Reggae

30 Oct

Analisis Lirik Lagu :
Could You Be Loved Could you be loved … and be loved Could you be loved … and be loved (Bisakah kita sebagai manusia pada akhirnya mendapatkan kasih sayang dan penghargaan yang patut kita dapatkan dari sesama manusia) Don’t let them fool you ( ‘Them’ merujuk kepada pemimpin dari komunitas babilon sebagai representasi penguasa yang opresif, jangan dengarkan retorika mereka karena berisi kepalsuan) Or even try to school you, oh! No (jangan biarkan mereka membodohi kita, bersambung dari analisis lirik sebelumnya, bagaimanapun isi pesannya lebih luas, kalimat ini mungkin berbicara tentang keadaan menyedihkan dari pendidikan yang diterima oleh anak – anak di Jamaica. Anak – anak diwajibkan memakai sepatu di sekolah, untuk sebuah Negara yang memiliki pendapatan rata – rata per kepala keluarga perminggu kurang dari 50 dolar, banyak yang tak mampu membeli sepatu. Lirik ini mungkin juga mengungkapkan validitas dari apa yang di ajarkan dari kebanyakan sekolah di Jamaica. Sekolah di Jamaica menggunakan buku-buku yang sudah usang dan mengajarkan tentang kehebatan kaum kulit putih sebagai penjelajah dan pahlawan serta negara Inggris sebagai negara yang membantu orang-orang Jamaica. Buku sejarah tidak berbicara tentang perbudakan, dan tidak menjelaskan asal usul nenek moyang dari orang Jamaica, malah kebanyakan buku-buku merujuk kerajaan Inggris sebagai penyelamat dan bukan penjajah. Marley ingin dunia mengetahui ketidakadilan yang terjadi dalam sistem pendidikan di Jamaica. ) We’ve got a mind of our own ( Kalimat ini menyatakan bahwa kita bisa bertindak atas pemikiran kita sendiri dari pada hanya mengeluh. ) So go to hell if what you ‘re thinking is not right ( Jangan berdiam diri lebih lama dalam ketidakadilan ini ) Love would never leave us alone ( Mereka akan selalu memiliki satu sama lain yang akan membantu mereka dalam melewati penderitaan ini. ) In the darkness there must come out to light ( Pada akhirnya kita akan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak kita. ) Could you be loved … and be loved Could you be loved…. and be loved ( Apakah kita mampu memberikan cinta kepada semua. ) The road of life is rocky And you may stumble too ( Bersiaplah untuk hal-hal yang baik maupun buruk ) So while you point your fingers Someone else is judging you Love you brotherman ( Jika kamu melabel seseorang kamu tidak lebih baik dari orang yang kamu labeli, sebaliknya dengarkan dan cintai tetangga mu dan belajarlah dari mereka. ) Could you be, could you be, could you be loved Could you be, could you be loved Could you be, could you be, could you loved Could you be, could you be loved ( Dapatkah kamu dicintai dan memberikan cinta sebagai balasan kepada semua. ) Don’t let them change you Or even rearrange you, oh! No We’ve got a life to live ( Berpegang teguh lah kepada keyakinan mu, itu tidaklah gampang. Kita memiliki kehidupan untuk di jalani, kehidupan kita sendiri, bukan kehidupan orang lain. ) They say only, only Only the fittest of the fittest shall survive Stay alive (Banyak yang akan mencoba sekuatnya menghalangi kita, jangan biarkan mereka. Interpretasi lain dari lirik ini adalah : perjalanan dari Afrika sangatlah berat dan hanya yang paling kuat yang dapat bertahan di kapal pengangkut budak. Kita telah berjuang selama berabad – abad, tetaplah berjuang dan kita akan bertahan.) Could you be loved … and be loved Could you be loved … and be loved You ain’t gonna miss your water Until you’re well runs dry No matter how you treat him Them will never be satisfied Say something (Kamu tidak akan pernah kalah sampai kamu berhenti berjuang, Babilon tidak akan pernah puas, Angkat bicaralah terhadap penindasan!.) Could you, be, could you be, could you be loved Could you be, could you beloved Could you be, could you be, could you bed loved Could you be, Gould you bed loved Say something, say something Say something Say something, say something Say something Say something Say something, say something (Jangan berdiam diri lebih lama, angkat bicaralah, lewat musik dengan sebuah pesan dari musik reggae) Reggae, reggae Say something Rockers, rockers Say something Reggae, reggae Say something Reggae, reggae Say something Rockers, rockers Say something could you be loved Say something could you be loved Say something Say something could you be, could you be, could you be loved Say something (Analisa lirik: Greg M. Dorsey; 1998) “Could You Be Loved“ ditulis oleh Bob Marley sebagai hasil dari pengamatan dia akan buruknya sistem pendidikan di Jamaica, orang – orang yang hidup dalam kemiskinan, dan berbagai keadaan yang menimbulkan penindasan terhadap baik orang – orang Africa maupun orang Jamaica. Dalam kalimat, “Don’t let them fool you or even try to school you”, Marley menulis tentang bagaimana sekolah di Jamaica memiliki peraturan bahwa sepatu harus dipakai di sekolah. Banyak keluarga di Jamaica tidak mempu memiliki sepatu, yang menghambat anak – anak dari mengikuti pendidikan di sekolah. Dalam Baris lagu selanjutnya yang berisi “don’t let them fool you” , bagian ini mungkin bercerita tentang apa yang diajarkan di sekolah. Buku – buku sekolah di Jamaica yang sudah kadaluwarsa mengajarkan anak – anak Jamaica sejarah yang bias yang tidak menghiraukan untuk mengajari mengenai perbudakan dan menunjukkan darimana orang – orang Jamaica berasal. Metode pengajaran seperti ini merampas identitas dan harga diri dari orang – orang Jamaica. Sudut pandang Marley tentang pendidikan umum di Jamaica sangatlah negatif. Ia berkata, “Don’t let them School You”, karena ia percaya bahwa jenis pendidikan seperti ini tidak boleh berlanjut. Pendidikan Marley sendiri bersifat informal, ia belajar tentang sejarah orang – orangnya dari musik dan mengamati kehidupan di sekitar dirinya. Dari analisa terhadap lirik lagu ini, terlihat kepribadian Marley yang pemberontak dan berani bersuara lantang, ini semua adalah ciri khas dari orang – orang dengan ekstrovert thinking. Sumber : http://haritsaja.wordpress.com/2011/05/05/bob-marley-teriakkan-kebebasan-lewat-musik-reggae/

Sejarah Legenda Reggae "Robert Nesta Marley" (Indonesia Version)

28 Oct

Reggae jadi mendunia karena satu orang yang bernama Bob Marley. Para duta besar regage berebut memberi label atau penghargaan kepada Bob Marley. Dari tangan cowok blasteran ini lahirlah hits klasik seperti No Woman No Cry, I Shot the Sheriff, dan Waiting in Vain. Bob Marley memiliki nama lengkap Robert Nesta Marley Bob Marley seorang penyanyi, penulis lagu, gitaris dan aktivis Jamaica. Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada tanggal 6 Februari 1945 di Nine Miles, Saint Ann Parish dan besar di lingkungan miskin di Trenchtown, Jamaika. Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Tinggi badannya 172 cm Di kota inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika. Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston. Karier profesional dimulai ketika Bob masih remaja berusia 16an, bersama dua temannya, Bunny Livingston dan Peter McIntosh (Peter Tosh). Ia pertama kali rekaman pada tahun 1962, bersama The Teenagers atau yang juga dikenal sebagai The Wailing Rudeboys. Album perdana mereka keluar tahun 1963 dengan hit “Simmer Down”. Lirik lagu mereka banyak berkisah tentang “rude bwai” (rude boy), anak-anak muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston. The Wailing Wailers bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah arang hingga memutuskan untuk berkelana di Amerika. Tahun 1966, setelah menikahi Rita Anderson. Dan Rita-lah yang memperkenalkan Bob pada Rastafarianism. April 1966 Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM Haile Selassie I —raja Ethiopia– ke Jamaika untuk bertemu penganut Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari pada tahun 1967, dan bersama The Wailer, band barunya yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston, dia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya. The Wailers bubar di tahun 1971, namun Bob segera membentuk band baru bernama Bob Marley and The Wailers. Tahun 1972 album Catch A Fire diluncurkan. Menyusul kemudian Burning (1973–berisi hits “Get Up, Stand Up” dan “ I Shot the Sheriff” yang dipopulerkan Eric Clapton), Natty Dread (1975), Rastaman Vibration (1976) dan Uprising (1981) yang makin memantapkan reggae sebagai musik mainstream dengan Bob Marley sebagai ikonnya. Reggae sendiri merupakan irama musik yang berkembang di Jamaika. Reggae mungkin membekas di perasaan sebagian besar musik Jamaika, termasuk Ska, rocksteady, dub, dancehall, dan ragga. Barangkali istilah pula berada dalam membeda-bedakan gaya teliti begitu berasal dari akhir 1960-an, apalagi sejak masa kepindahan Bob Marley. Musik reggae mulai membumi dan dikenal dunia. Reggae sendiri berdiri di bawah gaya irama yang berkarakter mulut prajurit tunggakan pukulan, dikenal sebagai “skank”, bermain oleh irama gitar, dan pemukul drum bass di atas tiga pukulan masing-masing ukuran, dikenal dengan sebutan “sekali mengeluarkan”. Karakteristik, ini memukul lambat dari reggae pendahuluan, ska dan rocksteady. Namun demikian, kepindahan Bob ke Amerika Serikat tidak bertahan lama. Dirinya tidak betah. Lantas Bob memutuskan untuk pulang dan memilih menyempurnakan lagu yang ditulisnya. Tahun 1973 bersama Island Records, Bob merekam dan merilis Catch a Fire. The Wailers berkolaborasi dengan Lee Scratch Perry, menghasilkan hit-hit unggulan seperti Soul Rebel, Duppy Conquerer, 400 Years dan Small Axe. Kolaborasi tersebut berakhir pahit karena Perry menjualnya di Inggris tanpa persetujuan the Wailers. Namun peristiwa tersebut berbuah manis, Chris Blackwell, pemilik Island Records mengontrak the Wailers dan memproduseri album mereka CATCH A FIRE dan BURNIN. Album inilah yang menyebarkan demam Reggae ke seluruh dunia. Pada saat itu Bob mampu memberikan pilihan baru kepada penggemar rock, bahwa dalam reggae Bob Marley menghadirkan kepercayaan diri, pemberontakan, dan keadilan. Akhir yang Tragis. Pada tahun 1976, Bob Marley hijrah ke Inggris. Kreatifitasnya tak mereda, EXODUS berhasil nangkring di British charts selama 56 minggu. Kesuksesan ini diikuti album berikutnya, yaitu KAYA. Kesuksesan tersebut mampu mengantarkan musik reggae ke dunia barat untuk pertama kalinya. Pada tahun 1977, Bob Marley divonis terkena kanker kulit, namun disembunyikan dari publik. Bob Marley kembali ke Jamaica tahun 1978, dan mengeluarkan SURVIVAL pada tahun 1979 diikuti oleh kesuksesan tur keliling Eropa. Sampai tahun 1979, Bob jadi orang super sibuk karena turnya laku digelar di seluruh penjuru dunia dan juga di Madison Square Garden, venue yang waktu itu jadi barometer buat popularitas seorang artis kelas dunia. Bob Marley melakukan 2 pertunjukan di Madison Square Garden dalam rangka merengkuh warga kulit hitam di Amerika Serikat. Namun pada tanggal 21 September 1980, Bob Marley pingsan saat jogging di NYC’s Central Park. Kankernya telah menyebar sampai otak, paru-paru dan lambung. Tim dokter memastikan bahwa kanker yang mula-mula hanya ada di kaki sudah menjalar ke mana-mana, mulai dari ke otak, paru-paru, bahkan sampai ke liver. Penyanyi reggae inipun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Miami Hospital pada 11 Mei 1981 di usia 36 tahun, dengan meninggalkan seorang istri dan 5 orang anak. Walaupun telah meninggal, nama Bob Marley seakan tidak pernah lenyap dari dunia musik, khususnya musik Reggae. Bahkan musik Reggae pun semakin diterima dunia. Mungkin ini lah salah satu cara yang harus dilakukan oleh sang dewa Reggae untuk tetap menghidupkan musik Reggae. Bob Marley, sang legenda reggae, memang pantas menjadi legenda. Kesadarannya untuk mengajak orang memperjuangkan hak asasi mereka, kental tertuang dalam petikan salah satu syair lagunya yang sangat populer. Kesadaran dan kepeduliannya pada persoalan-persoalan sosial-politik bermetamorfosis dalam lagu-lagu ciptaannya sebagai satu kekuatan tersendiri yang menggelitik para penggemarnya. Itulah Bob Marley. Sikap dan perjuangannya jelas. Tak heran jika ada yang menjuluki Bob Marley sebagai nabinya para rasta, nabinya para reggae atau bahkan nabinya para pecandu. Di Indonesia, kita punya Gombloh. Legenda penyanyi jalanan negeri kita yang tak berumur panjang itu, menggugah semua penggemarnya lewat lagu-lagu heroik untuk mencintai negerinya. Sampai kini, lagu Kebyar Kebyar masih kerap berkumandang di sekolah-sekolah, di kampung-kampung kumuh, atau di lapak-lapak kaki lima. “Indonesia, merah darahku, putih tulangku, bersatu dalam semangat….” Syair sederhana yang dinyanyikan dengan tulus ini, tetap mampu menggetarkan sanubari dan merindingkan jiwa kita. Itulah Gombloh. Sikap dan perjuanganya juga jelas. Gombloh memang telah tiada. Bob Marley pun sudah lama hengkang dari kejamnya dunia. Tapi sikap dan semangat perjuangan mereka terus hidup dan bisa kita rasakan melalui lagu-lagu mereka. Dan untuk mengubah kondisi Indonesia saat ini, perpaduan sikap dan semangat perjuangan Gombloh dan Bob Marley, sangatlah pas. Kita butuh semangat cinta bangsa cinta negeri yang tulus seperti yang didendangkan Gombloh. Kita juga perlu semangat keberanian untuk memperjuangkan hak-hak kita seperti yang dinyanyikan Bob Marley. Penghargaan sang legenda

Pemerintah Jamaika menyatakan, pihaknya akan mendeklarasikan rumah Bob Marley di Kingston sebagai sebuah monumen nasional, 25 tahun setelah kematian legenda reggae itu. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Maxine Henry Wilson, pernah mengemukakan penghormatan itu diberikan sebagai pengakuan terhadap segala yang telah dikerjakan Marley untuk mempromosikan tanah airnya di Karibia di luar negeri. Pada tahun 1978, Bob Marley pernah menerima Medali Perdamaian dari PBB sebagai penghargaan atas upayanya mempromosikan perdamaian melalui lagu-lagunya. Sayang, kanker mengakhiri hidupnya pada 11 Mei 1981 saat usia 36 tahun di ranjang rumah sakit Miami, AS, seusai menggelar konser internasional di Jerman. Sang Nabi kaum Rasta telah berpulang, namun inspirasi humanistiknya tetap mengalun sepanjang zaman. One Love! One Heart! Lets get together and feel all righ Hear the children cryin (One Love!); Hear the children cryin (One Heart!) (One Love / People Get Ready) Marley, yang meninggal dunia akibat kanker di Amerika Serikat pada 1981, akan genap berusia 62 tahun pada Mei ini. Dikenal sebagai Tuff Gong International, rumah Marley kini merupakan sebuah studio musik dan tujuan kunjungan wisata terkemuka bagi para turis. Marley, yang masih tetap dianggap sebagai salah satu bintang pop musik paling dikenal, menerima Bintang Jasa (Order of Merit), penghargaan nasional tertinggi ketiga Jamaika, tak lama setelah kematiannya. Namun demikian, para pejabat pemerintah telah berulang kali tak menanggapi seruan agar menjadikan Marley sebagai pahlawan nasional. Sebagai penganut Rastafarian yang taat, dan seseorang yang menggunakan marijuana sebagai bagian kepercayaan agamanya, Marley telah lama berjuang bagi legalisasi dedaunan yang dikenal secara lokal sebagai ganja. Belum diketahui secara pasti kapan upacara peresmian Tuff Gong, yang dalam bahasa slank Jamaika berarti suara keras, menjadi monumen nasional akan diselenggarakan.(*) Lahirnya Rambut Gimbal Selain Bob Marley dan Jamaika, rambut gimbal atau lazim disebut “dreadlocks” menjadi titik perhatian dalam fenomena reggae. Saat ini dreadlock selalu diidentikkan dengan musik reggae, sehingga secara kaprah orang menganggap bahwa para pemusik reggae yang melahirkan gaya rambut bersilang-belit (locks) itu. Padahal jauh sebelum menjadi gaya, rambut gimbal telah menyusuri sejarah panjang. Konon, rambut gimbal sudah dikenal sejak tahun 2500 SM. Sosok Tutankhamen, seorang fir’aun dari masa Mesir Kuno, digambarkan memelihara rambut gimbal. Demikian juga Dewa Shiwa dalam agama Hindu. Secara kultural, sejak beratus tahun yang lalu banyak suku asli di Afrika, Australia dan New Guinea yang dikenal dengan rambut gimbalnya. Di daerah Dieng, Wonosobo hingga kini masih tersisa adat memelihara rambut gimbal para balita sebagai ungkapan spiritualitas tradisional. Membiarkan rambut tumbuh memanjang tanpa perawatan, sehingga akhirnya saling membelit membentuk gimbal, memang telah menjadi bagian praktek gerakan-gerakan spiritualitas di kebudayaan Barat maupun Timur. Kaum Nazarit di Barat, dan para penganut Yogi, Gyani dan Tapasvi dari segala sekte di India, memiliki rambut gimbal yang dimaksudkan sebagai pengingkaran pada penampilan fisik yang fana, menjadi bagian dari jalan spiritual yang mereka tempuh. Selain itu ada kepercayaan bahwa rambut gimbal membantu meningkatkan daya tahan tubuh, kekuatan mental-spiritual dan supernatural. Keyakinan tersebut dilatari kepercayaan bahwa energi mental dan spiritual manusia keluar melalui ubun-ubun dan rambut, sehingga ketika rambut terkunci belitan maka energi itu akan tertahan dalam tubuh. Seiring dimulainya masa industrial pada abad ke-19, rambut gimbal mulai sulit diketemukan di daerah Barat. Sampai ketika pada tahun 1914 Marcus Garvey memperkenalkan gerakan religi dan penyadaran identitas kulit hitam lewat UNIA, aspek spiritualitas rambut gimbal dalam agama Hindu dan kaum tribal Afrika diadopsi oleh pengikut gerakan ini. Mereka menyebut diri sebagai kaum “Dread” untuk menyatakan bahwa mereka memiliki rasa gentar dan hormat (dread) pada Tuhan. Rambut gimbal para Dread iniah yang memunculkan istilah dreadlocks—tatanan rambut para Dread. Saat Rastafarianisme menjadi religi yang dikukuhi kelompok ini pada tahun 1930-an, dreadlocks juga menjelma menjadi simbolisasi sosial Rasta (pengikut ajaran Rastafari). Simbolisasi ini kental terlihat ketika pada tahun 1930-an Jamaika mengalami gejolak sosial dan politik. Kelompok Rasta merasa tidak puas dengan kondisi sosial dan pemerintah yang ada, lantas membentuk masyarakat tersendiri yang tinggal di tenda-tenda yang didirikan diantara semak belukar. Mereka memiliki tatanan nilai dan praktek keagamaan tersendiri, termasuk memelihara rambut gimbal. Dreadlocks juga mereka praktekkan sebagai pembeda dari para “baldhead” (sebutan untuk orang kulit putih berambut pirang), yang mereka golongkan sebagai kaum Babylon—istilah untuk penguasa penindas. Pertengahan tahun 1960-an perkemahan kelompok Rasta ditutup dan mereka dipindahkan ke daerah Kingston, seperti di kota Trench Town dan Greenwich, tempat dimana musik reggae lahir pada tahun 1968. Ketika musik reggae memasuki arus besar musik dunia pada akhir tahun 1970-an, tak pelak lagi sosok Bob Marley dan rambut gimbalnya menjadi ikon baru yang dipuja-puja. Dreadlock dengan segera menjadi sebuah trend baru dalam tata rambut dan cenderung lepas dari nilai spiritualitasnya. Apalagi ketika pada tahun 1990-an, dreadlocks mewarnai penampilan para musisi rock dan menjadi bagian dari fashion dunia. Dreadlock yang biasanya membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk terbentuk, sejak saat itu bisa dibuat oleh salon-salon rambut hanya dalam lima jam! Aneka gaya dreadlock pun ditawarkan, termasuk rambut aneka warna dan “dread perms” alias gaya dreadlock yang permanen. Meski cenderung lebih identik dengan fashion, secara mendasar dreadlock tetap menjadi bentuk ungkap semangat anti kekerasan, anti kemapanan dan solidaritas untuk kalangan minoritas tertindas. Sumber : http://blackandwhitecomunity.blogspot.com/2012/09/biografi-bob-marley.html

Memasang Basmallah di Awal Setiap Postingan Blog (Untuk Agama Islam !)

14 Oct

Memasang Basmallah di Awal Setiap Postingan Blog | Sebagai umat muslim tentunya sangat dianjurkan membaca basmalah yaitu “Bismillahhirrohmannirrohim”, setiap akan melakukan aktivitasnya, supaya mendapat rahmat dan ridlonya dari Allah SWT. Cara membuat / memasang tulisan Bismillah di setiap awal postingan blog : 1. Seperti biasa masuk ke akun Blogger 2. Klik Rancangan 3. Pilih Edit HTML 4. Lakukan pencarian dengan ctrl + F yaitu kode 5. Copy kode dibawah ini dan letakkan diatas kode

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

6. Selesai, simpan template Sekarang blog anda akan tampil religius, selamat memasang tulisan bismillah di postingan blog anda. Sumber : http://karya-smkti.blogspot.com/2012/05/memasang-basmallah-di-awal-setiap.html

Kekayaan Alam Indonesia yang Tersembunyi ..

5 Oct

Indonesia memang negeri yang kaya akan keindahan alamnya. Bahkan, semua wisata dunia terkenal pun ada disini. Jadi kita tidak usah repot untuk berwisata keluar negeri lagi, cukup di Indonesia. Jika anda ingin berlibur, cobalah untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di bawah ini. Pasti anda akan serasa berlibur di luar negeri. Raja Ampat Papua dan Phi Phi Island, Thailand Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat. Pemandangan Raja Ampat Papua mirip dengan Phi Phi Island yang ada di Thailand bahkan lebih indah dari Phi Phi Island. Di Raja Ampat Papua kita bisa melihat Pulau-pulau yang berbukit-bukit hijau dengan air laut yang jernih. Air terjun Moramo dengan Air terjun Niagara Moramo adalah air terjun indah bertingkat tujuh yang terletak di kabupaten Konawe Timur, Sulawesi Tenggara. Air terjun ini tidak sebesar Niagara, tapi keindahannya tidak kalah dengan air terjun Niagara yang ada di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada itu. Dengan air terjun Moramo yang lebih kecil, kita bisa menikmati air terjun Moramo lebih dekat dan bisa mandi di air terjun dan tentunya hal ini tidak bisa kita lakukan di air terjun Niagara. Green Canyon dengan Grand Canyon Green Canyon terletak di desa Cijulang Ciamis, Jawa Barat. Di Green Canyon kita bisa melihat sungai berwarna hijau tosca yang diapit dengan bebatuan dan rerimbunan pepohonan. Disana kamu juga akan melihat sungai yang menembus gua dengan keindahan batu-batu stalaktit dan stalakmitnya. Alam sungai Cijulang yang mirip dengan ngarai-ngarai (canyon) di Grand Canyon Colorado, Amerika Serikat itu membuat daerah tersebut dikenal dengan nama ”Green Canyon”. Walaupun tidak sebesar Grand Canyon Amerika Serikat, Green Canyon Cijulang ini lebih hijau dibandingkan Grand Canyon di Amerika Serikat yang gersang. Carstensz Pyramid dengan Mount Everest Carstensz Pyramid dan Mount Everest merupakan bagian dari Seven Summit di 7 benua dunia. Carstensz Pyramid terletak di propinsi Papua. Kalau Mount Everest merupakan puncak tertinggi di dunia, Carstensz Pyramid merupakan puncak tertinggi di Indonesia. Kedua puncak gunung tersebut sama-sama diselubungi oleh salju abadi. Taman Nasional Baluran dengan padang savana Afrika Taman Nasional Baluran terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Taman Nasional Baluran sering dijuluki sebagai Afrika-nya Jawa. Disini kamu bisa melihat miniatur Savana Afrika dan banyak satwa liar yang berkeliaran mirip di Afrika. Pemandangan Gunung Baluran yang mirip Kilimanjaro beserta hamparan savana dan rumput yang mengering berwarna keemasan menambah kesan bahwa daerah ini memang benar mirip Afrika. Taman Nasional Wasur dengan alam Australia Taman nasional Wasur terletak di Merauke, Papua. Taman nasional Wasur, memiliki habitat dan satwa mirip Australia, yaitu hutan savana dengan berbagai jenis kanguru. Di dalam kawasan TN ini terdapat berbagai jenis fauna dan flora diantaranya adalah Burung Kasuari, Cenderawasih, dan Kanguru yang berukuran lebih kecil dibanding kangguru Australia. Gunung Pasir Parangkusumo dengan gurun Sahara Gumug Pasir Parangkusumo terletak di Yogyakarta. Gumug pasir merupakan gundukan-gundukan yang berisi material pasir di sepanjang Pantai Parangtritis-Parangkusumo sampai muara Sungai Opak. Hal ini merupakan fenomenal unik karena hanya satu-satunya di Asia Tenggara kita bisa melihat padang pasir seperti padang pasir sahara. Walaupun gundukan pasir ini tidak seluas Sahara tapi membuat seolah-olah kita berada di Gurun Sahara. Hutan Kalimantan dengan hutan Amazon Kalimantan memiliki hutan hujan tropis dengan beberapa flora dan fauna yang mirip dengan hutan Amazon. Contohnya adalah Pesut, ular anaconda dan beberapa hewan langka yang hanya ada di Kalimantan dan Amazon. Kehidupan alam dan hutan di Amazon tak jauh beda dengan hutan Kalimantan. Lembab, becek, berawa serta terdapat danau-danau kecil yang kaya akan kehidupan khas lahan basah. Sungai-sungai di Kalimantan yang mirip dengan sungai Amazon menambah kemiripan antara Kalimantan dan hutan Amazon Pantai Kuta Bali dengan Pantai Waikiki Hawaii Bali banyak menyimpan pesona alam yang eksotis. Keindahan pantainya banyak disejajarkan dengan keindahan pantai di Pulau Hawaii. Contohnya adalah pantai Kuta hampir mirip dengan Waikiki terutama pantainya yang ramai dengan pasir putih dan pohon kelapa yang tumbuh di pantai. Taman Sakura Cibodas dengan Sakura Jepang Tak perlu jauh-jauh pergi ke Jepang untuk menikmati keindahan Sakura. Di Kebun Raya Cibodas, kita bisa melihat pohon Sakura yang sudah ditanam sejak tahun 1953 yang akan berbunga pada sekitar bulan Januari-Februari atau Februari-Maret. Di Kebun Raya Cibodas telah ditanam ratusan pohon Sakura dengan 7 jenis tanaman. Sekarang kita bisa menikmati `hanami`(tradisi melihat bunga) tanpa harus pergi ke Jepang dengan melihat mekarnya bunga Sakura di Cibodas. Ranu Kumbolo dengan hutan pinus Eropa Ranu Kumbolo terletak di Jawa Timur, sebuah danau di pegunungan Semeru dengan ketinggian 2500 meter di atas permukaan air laut. Disana juga terdapat padang rumput yang dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Ketika suhu berada di bawah 0°c , kadang-kadang terjadi hujan salju kecil. Jika suhu sangat dingin pinggir-pinggir danau ranukumbolo bisa membeku, dan juga terlihat rumput-rumput yang memutih seperti salju karena embun yang membeku di rerumputan yang membuat suasana seperti di Eropa. Way kambas dengan Hutan India Way Kambas Sumatera memiliki satwa yang mirip dengan satwa yang ada di hutan India seperti gajah, harimau, Badak dan beberapa hewan lain. Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terletak di propinsi Lampung. Di Way Kambas ada wisata naik gajah sehingga kita bisa merasakan sensasi seperti raja-raja India yang konon bepergian dengan menunggang gajah. Sumber: keunikan-dunia-kita.blogspot.com

10 Rekor kekayaan alam Indonesia ..

5 Oct

Sebagai warga negara Indonesia kita harus bangga karena Indonesia memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan negara lain. Berikut ini 10 daftar rekor yang dimiliki oleh negara ini. 1. Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau, termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni. Indonesia Indonesia 2. Indonesia memiliki 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu Pulau Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Pulau Sumatera (473.606 km2) dan Pulau Papua (421.981 km2) Pulan Kecil Pulan Kecil 3. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia. Laut Laut 4. Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku. Menggunakan 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa tersebut Suku Suku Indonesia Suku Suku Indonesia 5. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua. LNG LNG 6. Indonesia memiliki Terumbu Karang (Coral Reef) terkaya di dunia (18% dari total dunia) dan memiliki species ikan hiu terbanyak di dunia (150 species). Terumbu Karang Terumbu Karang 7. Indonesia menempati peringkat pertama dalam produk pertanian, yaitu cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta peringkat kedua dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil). cengkeh cengkeh 8. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia. Kayu Lapis Kayu Lapis 9. Indonesia memiliki biodiversity Anggrek terbesar didunia yaitu sekitar 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua. Bunga Anggrek Bunga Anggrek 10. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan oleh air laut atau abrasi pantai Hutan Bakau Hutan Bakau Rekor di atas sebenarnya hanya sedikit dari sekian banyak rekor-rekor berkaitan dengan kekayaan alam yang dimiliki oleh bangsa ini. Termasuk posting saya sebelumnya yaitu Burung Cendrawasih yang terkenal dengan bird of paradise dan hanya ada di Papua. Sumber : http://unikapik.blogdetik.com/2010/07/16/10-rekor-kekayaan-alam-indonesia/

Pandangan Sebelah Mata Masyarakat, Terhadap Orang Berambut Gimbal ..

5 Oct

(OPINI) Bagaimana cara masyarakat memandang orang berambut gimbal dengan sebelah mata, apa masyarakat menilai hanya dari kepribadian luarnya (penampilan) ataukah dari segi kepribadian dalamnya? Konon, sejarah rambut gimbal sudah dikenal sejak tahun 2500 SM. Sosok Tutankhamen, seorang fir’aun dari masa mesir kuno, digambarkan memelihara rambut gimbal (DREADLOCKC). Demikian juga dewa shiwa dalam agama hindu. Australia dan new Guinea yang dikenal dengan rambut gimbalnya. Sebagai ungkapan spritualitas dan tradisional. Seiring dimulainya masa industrial pada abad ke-19, rambut gimbal mulai sulit diketemukan didaerah barat. Ketika pada tahun 1914 Marcus Garvey memperkenalkan gerakan religi dan penyadaran identitas kulit hitam lewat UNIA, aspek spritualitas rambut gimbal dalam agama hindu dan kaum tribal afrika diadopsi oleh pengikut gerakan ini. mereka menyebut diri sebagai kaum “dred” untuk menyatakan bahwa mereka memiliki rasa gentar dan hormat (dread) pada tuhan. Rambut gimbal para dread inilah yang memunculkan istilah dreadlocks_tatanan rambut para dread. Saat rastafarianisme menjadi religi yang dikukuhi kelompok ini pada tahun 1930-an dreadlocks juga menjelma menjadi simbolisasi ini kental terlihat ketika pada tahun 1930-an di jamaika. Pertengahan tahun 1960-an perkemahan kelompok rasta ditutup dan mereka dipindahkan kedaerah Kingston, seperti dikota Trench Town dan Greenwich, tempat dimana music reagge lahir pada tahun 1968. Ketika music reage memasuki arus besar music dunia pada akhir tahun 1970-aan, tak pelak lagi sosok BOB MARLEY dan rambut gimbalnya menjadi ikon baru yang dipuja-puja. Dreadlock dengan segera menjadi sebuah trendcenter baru dalam tata rambut dan cenderung terlepas dari nilai spritualitasnya. Meski cenderung lebih identik dengan fashion, secara mendasar dreadlock tetep menjadi bentuk ungkap semangat anti kekerasan, anti kemapanan dan solidaritas untuk kalangan minoritas tertindas. Refrensi: http://www.google.com Disini saya akan coba menguraikan opini saya terhadap permasalahn ini, kenapa masyarakat memandang sebelah mata terhadap orang berambut gimbal? Dari pengalaman saya sewaktu saya berambut gimbal, memang banyak orang memandang saya dengan sebelah mata yang paling utama itu dari kalangan wanita. Kenapa mereka seperti itu? saya dapat memahami kenapa masyarakat (WANITA) memandang dengan seperti itu, karena masyarakat lebih mementingkan kepribadian luarnya. dimata mereka kepribadian luar lebih mencerminkan keadaan baik atau tidaknya dimata orang. Memang ada benarnya juga bahwa kepribadian seseorang dapat dinilai dari kepribadian luarnya, tapi kita harus memastikannya juga dari kepribadian dalamnya. Mungkin bagi mereka orang berambut gimbal lebih mencerminkan kepribadiaan yang tidak Ter urus dari segi fisikli, terus dari pengalaman mereka juga orang berambut gimbal lebih identik dengan dunia premanisme dan pecandu obat-obatan (NARKOTIKA). Memang tidak saya pungkiri bahwa orang berambut gimbal dari segi penampilan lebih terlihat kumel atau dekil, tapi bahwasannya kepribadian seseorang tidak selayaknya kita pandang hanya dari segi kepribadian luarnya saja. Saya sendiri pertama kalinya merubah gaya rambut saya menjadi Dreadlock atau rambut gimbal hanya karena keinginan yang tersempil semenjak duduk dikelas 2 SMA dan juga sebagai hair style semata. Disitu saya memutuskankan untuk merubah gaya rambut saya menjadi gimbal, karena saya juga ingin sekali sedikit merubah pandangan sebelah mata masyarakat bahwa orang berambut gimbal tidak selalu identik dengan penampilan dekil/kumel, premanisme dan juga dekat dengan dunia obat-obatan terlarang. Dan Alhamdulillah saya bisa melaksanakannya, dan dibawah ini penampilan saya ketika berambut gimbal (Dreadlock). KETIKA SAYA GIMBAL Pengalamn saya ketika berambut gimbal waktu saya bertemu dengan seorang ibu kira-kira berumur 50 tahun keatas sewaktu dikreta api, dengan spontannya ketika si ibu itu berhadapan dengan saya si ibu mendadak tertawa. Lalu saya juga dengan spontan bertanya kepada si ibu: # maaf ibu kenapa tertawa? Apa ada yang salah ia sama penampilan saya? # Lalu si ibu pun menjawab: engga kenapa-napa mas, Cuma lucu aja ibu liat penampilan mas yang berbeda dengan orang lain. # Lalu saya pun dengan lega tersenyum ketika mendengar jawaban si ibu, takutnya ada yang salah dengan diri saya. # Si ibu malah kembali bertanya: mas sudah berapa lama rambutnya kaya gitu? Apa engga gatel mas? # Saya pun menjawab dengan senang hati: kira-kira sudah 2 bulan lebih, ia Alhamdulillah bu kalau dibilang gatel apa engganya? ia getel bu. # Si ibu kembali bertanya: kirain ga gatel mas kalau rambut di bikin gimbal gitu, tapi kalau ibu liat ia mas, sebelum-sebelumnya yang pernah saya liat orang lain yang rambutnya kaya mas ko pada dekil ia? Beda sama yang ibu liat sekarang mas rambutnya dibikin gimbal tapi penampilannya rapi g dekil kaya orang-orang yang pernah ibu liat. # Saya kembali menjawab dari perkataan si ibu: makasi ibu, ia kan seseorang tuh kepribadiannya tuh berbeda-beda. Dari pengalaman ini saya mendapat banyak pelajaran positif dan pelajaran negative yang saya dapatkan. Kesimpulan dari opini ini: kita tidak selayaknya memandang atau menilai orang berambut gimbal dengan sebelah mata, karena kepribadian seseorang tidak bisa kita nilai dari kepribadian luarnya saja tapi dari ke pribadian dalamnya juga. Pesan dari opini ini: Saya berharap sebelum anda memandang atau menilai seseorang berambut gimbal dengan sebelah mata, nilailah dulu diri anda seperti apa dimata orang lain. Mungkin diri anda akan lebih buruknya dari orang yang pernah anda pandang dengan sebelah mata! Kritik dan saran anda yang membangun saya tunggu sekarang juga…….😀

Sejarah Singkat Dreadlock .. !!

5 Oct

banyak orang yang salah kaprah menanggapi rambut gimbal selalu identik dengan musik reggae atau reggae-mannya. Rambut gimbal atau yang sering biasa disebut dengan istilah “Dreadlocks”, lahir jauh sebelum musik reggae bergema di seantero jagad. Mungkin yang menjadi patokan penilaian orang bahwa gimbal selalu reggae ataupun sebaliknya, adalah sosok bapak Reggae itu sendiri, yakni Robert Nesta Marley atau ngetrendnya Bob Marley. Banyak sejarah yang mendahului lahirnya rambut gimbal sebelum santernya musik reggae. Diantaranya dari Mesir Kuno. Konon, Raja Fir’aun saat itu (2500 SM), Tutankhamen, juga tengah memelihara rambut gimbal. Rambut gimbal juga terlihat pada sosok Dewa Shiwa dalam Agama Hindu. Bahkan di Indonesia sendiri seperti yang telah dinyanyikan Bung Tony Q Rastafara dalam lagu Rambut Gimbal, khususnya di daerah Pegunungan Dieng Jawa Tengah, sampai saat ini mungkin masih ada tentang adat memelihara rambut gimbal untuk si bayi sebagai ungkapan tradisional spiritualitas. Dari sejarah lainnya, Gyani dan Tapasvi sekte yang ada di India, memaknai rambut gimbal sebagai pengingkaran kepada penampilan fisik yang semu. Tidak hanya itu, rambut gimbal, dalam kisah tradisionalnya, dipercaya mampu meningkatkan kekuatan daya tahan tubuh. Keyakinan ini didasari atas pemahaman bahwa energi mental dan spiritual dapat keluar melalui ubun-ubun dan rambut, apabila rambut berbelit dan terkunci, maka dipercaya kekuatan tubuh akan bertahan didalamnya. Kemudian, datanglah sosok Marcus Garvey di Afrika yang mensosialisasikan rambut gimbal ini. Dia (Marcus) mengajarkan religi serta penyadaran identitas kulit hitam melalui UNIA. Dari sinilah, istilah “Dread” muncul. Para pengikut Garvey menggunakan istilah ini untuk rambut gimbal. “Dread” mereka maknai sebagai tanda hormat kepada Tuhan. Kata “Dreadlocks” yang dimaksudkan adalah tatanan rambut yang terkunci para Dread itu sendiri. Dreadlocks semakin banyak dan disosialisasikan semenjak ajaran Rastafarianisme (1930an) menjadi tonggak religi kaum Dread. Dan disini, Dreadlocks menjadi simbol pelengkap para Rastaman. Dreadlocks juga menjadi simbol perlawanan dan ketidakpuasan rasta-rasta kepada pemerintaahan di Jamaika saat itu. Kelompok “Balhead” (kulit putih dan rambut pirang) dan Rasta juga dibedakan dengan rambut gimbal. Kaum “Balhead” ini mereka (rasta) samakan dengan kaum penguasa dan penindas atau “Babylon”. Karena perkemahan rasta di tutup oleh pemerintah di tahun 1960an, maka kaum rasta berpindah ke Kota Kingston. Dan dari sini jugalah, Bob Marley dengan reggae yang disertai dengan rambut gimbalnya semakin populer. Akhirnya, pada saat itu rambut gimbal secepat kilat menjadi trendsetter dalam dunia hair fashion. Pada intinya, “Dreadlocks” bukan hanya sebagai trend, tetapi juga sebagai bentuk dan gambaran protes atas ketidakadilan, anti kekerasan dan penindasan, anti kemapanan dan solidaritas, dan tentu saja selalu cinta akan perdamaian. Peace, Love, and Respect, One Love One Heart. Woyyo Man.

Bob Marley , Dreadlock (Rambut Gimbal) , Musik Reggae

5 Oct

Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika. Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston. Bersama Peter McIntosh dan Bunny Livingston, Bob membentuk The Wailing Wailers yang mengeluarkan album perdana di tahun 1963 dengan hit Simmer Down. Lirik lagu mereka banyak berkisah tentang rude bwai (rude boy), anak-anak muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston. The Wailing Wailers bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah arang hingga memutuskan untuk berkelana di Amerika. Pada bulan April 1966 Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM Haile Selassie I raja Ethiopia ke Jamaika untuk bertemu penganut Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari pada tahun 1967, dan bersama The Wailer, band barunya yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston, dia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya. The Wailers bubar di tahun 1971, namun Bob segera membentuk band baru bernama Bob Marley and The Wailers. Tahun 1972 album Catch A Fire diluncurkan. Menyusul kemudian Burning (1973berisi hits Get Up, Stand Up dan I Shot the Sheriff yang dipopulerkan Eric Clapton), Natty Dread (1975), Rastaman Vibration (1976) dan Uprising (1981) yang makin memantapkan reggae sebagai musik mainstream dengan Bob Marley sebagai ikonnya. Pada tahun 1978, Bob Marley menerima Medali Perdamaian dari PBB sebagai penghargaan atas upayanya mempromosikan perdamaian melalui lagu-lagunya. Sayang, kanker mengakhiri hidupnya pada 11 Mei 1981 saat usia 36 tahun di ranjang rumah sakit Miami, AS, seusai menggelar konser internasional di Jerman. Sang Nabi kaum Rasta telah berpulang, namun inspirasi humanistiknya tetap mengalun sepanjang zaman. One Love! One Heart! Lets get together and feel all right. Hear the children cryin (One Love!); Hear the children cryin (One Heart!) (One Love / People Get Ready) Dreadlock Selain Bob Marley dan Jamaika, rambut gimbal atau lazim disebut dreadlocks menjadi titik perhatian dalam fenomena reggae. Saat ini dreadlock selalu diidentikkan dengan musik reggae, sehingga secara kaprah orang menganggap bahwa para pemusik reggae yang melahirkan gaya rambut bersilang-belit (locks) itu. Padahal jauh sebelum menjadi gaya, rambut gimbal telah menyusuri sejarah panjang. Konon, rambut gimbal sudah dikenal sejak tahun 2500 SM. Sosok Tutankhamen, seorang firaun dari masa Mesir Kuno, digambarkan memelihara rambut gimbal. Demikian juga Dewa Shiwa dalam agama Hindu. Secara kultural, sejak beratus tahun yang lalu banyak suku asli di Afrika, Australia dan New Guinea yang dikenal dengan rambut gimbalnya. Di daerah Dieng, Wonosobo hingga kini masih tersisa adat memelihara rambut gimbal para balita sebagai ungkapan spiritualitas tradisional. Membiarkan rambut tumbuh memanjang tanpa perawatan, sehingga akhirnya saling membelit membentuk gimbal, memang telah menjadi bagian praktek gerakan-gerakan spiritualitas di kebudayaan Barat maupun Timur. Kaum Nazarit di Barat, dan para penganut Yogi, Gyani dan Tapasvi dari segala sekte di India, memiliki rambut gimbal yang dimaksudkan sebagai pengingkaran pada penampilan fisik yang fana, menjadi bagian dari jalan spiritual yang mereka tempuh. Selain itu ada kepercayaan bahwa rambut gimbal membantu meningkatkan daya tahan tubuh, kekuatan mental-spiritual dan supernatural. Keyakinan tersebut dilatari kepercayaan bahwa energi mental dan spiritual manusia keluar melalui ubun-ubun dan rambut, sehingga ketika rambut terkunci belitan maka energi itu akan tertahan dalam tubuh. Seiring dimulainya masa industrial pada abad ke-19, rambut gimbal mulai sulit diketemukan di daerah Barat. Sampai ketika pada tahun 1914 Marcus Garvey memperkenalkan gerakan religi dan penyadaran identitas kulit hitam lewat UNIA, aspek spiritualitas rambut gimbal dalam agama Hindu dan kaum tribal Afrika diadopsi oleh pengikut gerakan ini. Mereka menyebut diri sebagai kaum Dread untuk menyatakan bahwa mereka memiliki rasa gentar dan hormat (dread) pada Tuhan. Rambut gimbal para Dread iniah yang memunculkan istilah dreadlockstatanan rambut para Dread. Saat Rastafarianisme menjadi religi yang dikukuhi kelompok ini pada tahun 1930-an, dreadlocks juga menjelma menjadi simbolisasi sosial Rasta (pengikut ajaran Rastafari). Simbolisasi ini kental terlihat ketika pada tahun 1930-an Jamaika mengalami gejolak sosial dan politik. Kelompok Rasta merasa tidak puas dengan kondisi sosial dan pemerintah yang ada, lantas membentuk masyarakat tersendiri yang tinggal di tenda-tenda yang didirikan diantara semak belukar. Mereka memiliki tatanan nilai dan praktek keagamaan tersendiri, termasuk memelihara rambut gimbal. Dreadlocks juga mereka praktekkan sebagai pembeda dari para baldhead (sebutan untuk orang kulit putih berambut pirang), yang mereka golongkan sebagai kaum Babylonistilah untuk penguasa penindas. Pertengahan tahun 1960-an perkemahan kelompok Rasta ditutup dan mereka dipindahkan ke daerah Kingston, seperti di kota Trench Town dan Greenwich, tempat dimana musik reggae lahir pada tahun 1968. Ketika musik reggae memasuki arus besar musik dunia pada akhir tahun 1970-an, tak pelak lagi sosok Bob Marley dan rambut gimbalnya menjadi ikon baru yang dipuja-puja. Dreadlock dengan segera menjadi sebuah trend baru dalam tata rambut dan cenderung lepas dari nilai spiritualitasnya. Apalagi ketika pada tahun 1990-an, dreadlocks mewarnai penampilan para musisi rock dan menjadi bagian dari fashion dunia. Dreadlock yang biasanya membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk terbentuk, sejak saat itu bisa dibuat oleh salon-salon rambut hanya dalam lima jam! Aneka gaya dreadlock pun ditawarkan, termasuk rambut aneka warna dan dread perms alias gaya dreadlock yang permanen. Meski cenderung lebih identik dengan fashion, secara mendasar dreadlock tetap menjadi bentuk ungkap semangat anti kekerasan, anti kemapanan dan solidaritas untuk kalangan minoritas tertindas. SEJARAH MUSIK REGGAE Musik Jamaica Pendahulu Menurut sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut Burru yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut talking drums (drum yang bicara) yang asli dari Africa Barat. Jonkanoo adalah musik budaya campuran Afrika, Eropa dan Jamaika yang terdiri dari permainan drum, rattle (alat musik berderik) dan conch tiup. Acara ini muncul saat natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos pada awalnya adalah tarian para petani, yang belakangan baru disadari bahwa sebenarnya mereka berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun berikutnya, Calypso dari Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang berasal dari Amerika Tengah dan diperkenalkan ke orang orang Jamaika untuk membentuk sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri adalah musik sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo, tambourine, shaker, scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini kemudian populer pada tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik Jamaika pertama yang menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini Mento masih bisa dinikmati sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada tahun 40 50an sebenarnya disebutkan oleh History of Jamaican Music, dipengaruhi oleh Swing, Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya adalah suara big band dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan ketukan cepat bop. Ska kemudian dengan mudah beralih dan menghasilkan bentuk tarian skankin pad awal 60an. Bintang Jamaica awal antara lain Byron Lee and the Dragonaires yang dibentuk pada 1956 yang kemudian dianggap sebagai pencipta ska. Perkembangan Ska yang kemudian melambatkan temponya pada pertengahan 60an memunculkan Rock Steady yang punta tune bass berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles dari group Heptones dan menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an. Reggae N Rasta Bob Marley tentunya adalah bintang musik dunia ketiga pertama yang jadi penyanyi group Bob Marley & The Wailers dan berhasil memperkenalkan reggae lebih universal. Meskipun demikian, reggae dianggap banyak orang sebagai peninggalan King of Reggae Music, Hon. Robert Nesta Marley. Ditambah lagi dengan hadirnya The Harder they Come pada tahun 1973, Reggae tambah dikenal banyak orang. Meninggalnya Bob Marley kemudian memang membawa kesedihan besar buat dunia, namun penerusnya seperti Freddie McGregor, Dennis Brown, Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita Marley serta beberapa kerabat keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah jelas pembentuk musik Reggae yang dijadikan senjata oleh Bob Marley untuk menyebarkan Rasta keseluruh dunia. Musik yang luar biasa ini tumbuh dari ska yang menjadi elemen style American R&B dan Carribean. Beberapa pendapat menyatakan juga ada pengaruh : folk music, musik gereja Pocomania, Band jonkanoo, upacara upacara petani, lagu kerja tanam, dan bentuk mento. Nyahbingi adalah bentuk musik paling alami yang sering dimainkan pada saat pertemuan pertemuan Rasta, menggunakan 3 drum tangan (bass, funde dan repeater : contoh ada di Mystic Revelation of Rastafari). Akar reggae sendiri selalu menyelami tema penderitaan buruh paksa (ghetto dweller), budak di Babylon, Haile Selassie (semacam manusia dewa) dan harapan kembalinya Afrika. Setelah Jamaica merdeka 1962, buruknya perkembangan pemerintahan dan pergerakan Black Power di US kemudian mendorong bangkitnya Rasta. Berbagai kejadian monumentalpun terjadi seiring perkembangan ini. Apa sih Reggae Reggae sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas menunjukkan keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus putus tersendiri, strumming gitar ke arah atas, pola vokal yang berkotbah dan lirik yang masih seputar tradisi religius Rastafari. Meski banyak keuntungan komersial yang sudah didapat dari reggae, Babylon (Jamaika), pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi gerak namun bukan aspek politis Rastafarinya. Reg-ay bisa dibilang muncul dari anggapan bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang berdasar musik soul Amerika namun dengan ritem yang dibalik dan jalinan bass yang menonjol. Tema yang diangkat emang sering sekitar Rastafari, protes politik, dan rudie (pahlawan hooligan). Bentuk yang ada sebelumnya (ska & rocksteady) kelihatan lebih kuat pengaruh musik Afrika – Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga mengisi lubang lubang iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di Reggae kontemporer, permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang cenderung mistis dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan bertitik berat pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi. Ngga asli Jamaika lho! Reggae memang adalah musik unik bagi Jamaika, ironisnya akarnya berasal dari New Orleans R&B. Nenek moyang terdekatnya, ska berasal berasal dari New Orleans R&B yang didengar para musisi Jamaika dari siaran radio Amrik lewat radio transistor mereka. Dengan berpedoman pada iringan gitar pas pasan dan putus putusadalah interprestasi mereka akan R&B dan mampu jadi populer di tahun 60an. Selanjutnya semasa musim panas yang terik, merekapun kepanasan kalo musti mainin ska plus tarinya, hasilnya lagunya diperlambat dan lahirlah Reggae. Sejak itu, Reggae terbukti bisa jadi sekuat Blues dan memiliki kekuatan interprestasi yang juga bisa meminjam dari Rocksteady (dulu) dan bahkan musik Rock (sekarang). Musik Afrika pada dasarnya ada di kehidupan sehari-hari, baik itu di jalan, bus, tempat umum, tempat kerja ato rumah yang jadi semacam semangat saat kondisi sulit dan mampu memberikan kekuatan dan pesan tersendiri. Hasilnya, Reggae musik bukan cuma memberikan relaksasi, tapi juga membawa pesan cinta, damai, kesatuan dan keseimbangan serta mampu mengendurkan ketegangan. Its Influences Saat rekaman Jamaika telah tersebar ke seluruh dunia, sulit rasanya menyebutkan berapa banyak genre musik popular sebesar Reggae selama dua dekade. Hits hits Reggae bahkan kemudian telah dikuasai oleh bintang Rock asli mulai Eric Clapton sampai Stones hingga Clash dan Fugees. Disamping itu, Reggae juga dianggap banyak mempengaruhi pesona tari dunia tersendiri. Budaya Dancehall Jamaika yang menonjol plus sound system megawatt, rekaman yang eksklusif, iringan drum dan bass, dan lantunan rap dengan iringannya telah menjadi budaya tari dan tampilan yang luar biasa. Inovasi Reggae lainnya adalah Dub remix yang sudah diasimilasi menjadi musik populer lainnya lebih luas lagi. Sumber : http://oghanugraha.blogdetik.com/

Rambut Gimbal Tidak Bahaya Asal Dirawat .. !!

5 Oct

Dreadlock, atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘rambut gimbal’, selama ini kerap diidentikkan dengan musik reggae. Berawal dari Robert Nesta Marley, yang merupakan salah satu legenda musik regae dunia, rambut gimbal ini akhirnya menjadi trend di kalangan para pecinta musik Jamaika tersebut. Namun, bukan begitu sebenarnya sejarah dari rambut gimbal. Bob Marley sendiri memilih untuk menggimbal rambutnya setelah ia menganut Rastafari, yaitu sebuah agama yang lahir di Jamaika, namun ada juga yang lebih suka menyebutnya the way of life. Ada makna tersendiri bagi Rastafari yang memiliki rambut gimbal. Selain merupakan bagian dari sumpah dalam Injil Nazarene dan Leviticus yang melarang mereka untuk mencukur rambut, gimbal juga melambangkan identitas mereka, agar mereka tidak lupa siapa mereka, dan juga mengingatkan mereka pada Jah (Tuhan). Cukup panjang jika dirunut dari awal rambut gimbal ada di atas bumi. Konon pada tahun 2500 SM, Tutankhamen, seorang Firaun dari masa Mesir Kuno, digambarkan memelihara rambut gimbal. Tak hanya dia, Dewa Shiwa dalam agama Hindu juga digambarkan berambut gimbal. Dalam kebudayaan, beberapa ratus tahun yang lalu banyak suku asli di Afrika, Australia dan New Guinea yang dikenal dengan rambut gimbalnya. Sedangkan di Indonesia sendiri, di daerah Dieng, Wonosobo, hingga kini masih ada adat memelihara rambut gimbal para balita sebagai ungkapan spiritualitas tradisional. Banyak hal yang bisa dibahas soal rambut gimbal, namun di sini yang akan dibahas adalah soal rambut gimbal dalam kaitannya dengan kesehatan. Seperti hal-nya rambut model emo yang disinyalir bisa merusak mata, rambut gimbal juga disinyalir berpengaruh pada kesehatan bagian kepala. Sebenarnya, rambut gimbal ini tidak terlalu berpengaruh bagi kesehatan kepala, asal tahu cara merawatnya. Karena rambut yang dipilin-pilin ini memang cukup repot membersihkannya. Kebersihan yang kurang terjaga itu lah yang akhirnya menyebabkan masalah pada kulit kepala. Debu dan minyak dari kulit kepala adalah biangnya. Bagaimana menjaga agar rambut gimbal tidak membawa pengaruh buruk bagi kesehatan kepala? Mari kita simak tips perawatannya! 1. Rambut yang baru dirangkai menjadi dreadlock, tidak boleh dibasahi dalam jangka waktu 4-6 minggu. Kulit kepala pasti akan terasa gatal dan sangat kotor selama masa itu. Untuk membersihkannya, pilih produk perawatan kulit yang tidak menyumbat pori atau menyebabkan penumpukan seperti anti-itch scalp oil dan organic root stimulator herbal cleanser. Tuangkan kedua produk tersebut masing-masing satu tetes pada sehelai kapas, dan oleskan sedikit demi sedikit pada kulit kepala. 2. Sebaiknya meminta bantuan mereka yang berpengalaman untuk membantu merawat rambut gimbal yang baru saja dibuat. Mereka dapat mencontohkan bagaimana cara menjaga rambut terlihat rapi dan terawat. 3. Rambut gimbal biasanya akan terlihat kusam. Untuk menjaganya agar tetap sehat, jauhi produk-produk yang mengandung kadar minyak tinggi, yang dapat menyebabkan penumpukan dan menyisakan residu yang dapat merusak gimbal. 4. Jangan menggunakan lilin (wax) karena akan menyebabkan penumpukan di sela-sela rambut dan meninggalkan residu lengket seiring waktu. Alternatifnya adalah gunakan produk yang memiliki kandungan minyak yang hampir mirip dengan minyak alami rambut, seperti minyak patchouli atau essential oils seperti tea tree oil, rosemary oil, atau jojoba oil. Tea tree oil sebenarnya merupakan pilihan yang paling tepat karena dapat menghilangkan rasa gatal pada kulit kepala. 5. Untuk menjaga gimbal agar tidak berantakan, gunakan penutup kepala longgar yang terbuat dari satin atau sutra saat tidur. Bahan polyester juga disarankan, karena rambut akan tetap bernafas meski ditutup. Jika tidak suka menggunakan tutup kepala, ganti sarung bantal dengan kain berbahan satin atau sutra. 6. Jika gimbal sudah jadi dan kuat, keramaslah setiap 2-3 minggu sekali dengan hati-hati dan lembut. Saat membasuh kulit kepala, pijat secara lembut dengan ujung-ujung jari, dan jaga agar gimbal tidak kusut. Shampoo yang digunakan adalah yang mampu menjaga kelembaban alami serta menjaga derajat keasaman rambut. 7. Sebaiknya tidak menggunakan conditioner jika ingin gimbal tetap lembab. Produk tersebut disinyalir dapat mengendurkan gimbal dan membuat rambut terlampau lembut. Demikian 7 tips untuk merawat dreadlock yang sudah susah-susah dirangkai. Ada tips lain? Sama halnya dengan golongan rasta yang menjadikan rambut dreadlock sebagai lambang jati diri mereka .

Damai Dengan Cinta

Yang Tidak Suka Keributan Menandakan Bahwa Dia Orang Pintar ..

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.