Sejarah Singkat Dreadlock .. !!

5 Oct

banyak orang yang salah kaprah menanggapi rambut gimbal selalu identik dengan musik reggae atau reggae-mannya. Rambut gimbal atau yang sering biasa disebut dengan istilah “Dreadlocks”, lahir jauh sebelum musik reggae bergema di seantero jagad. Mungkin yang menjadi patokan penilaian orang bahwa gimbal selalu reggae ataupun sebaliknya, adalah sosok bapak Reggae itu sendiri, yakni Robert Nesta Marley atau ngetrendnya Bob Marley. Banyak sejarah yang mendahului lahirnya rambut gimbal sebelum santernya musik reggae. Diantaranya dari Mesir Kuno. Konon, Raja Fir’aun saat itu (2500 SM), Tutankhamen, juga tengah memelihara rambut gimbal. Rambut gimbal juga terlihat pada sosok Dewa Shiwa dalam Agama Hindu. Bahkan di Indonesia sendiri seperti yang telah dinyanyikan Bung Tony Q Rastafara dalam lagu Rambut Gimbal, khususnya di daerah Pegunungan Dieng Jawa Tengah, sampai saat ini mungkin masih ada tentang adat memelihara rambut gimbal untuk si bayi sebagai ungkapan tradisional spiritualitas. Dari sejarah lainnya, Gyani dan Tapasvi sekte yang ada di India, memaknai rambut gimbal sebagai pengingkaran kepada penampilan fisik yang semu. Tidak hanya itu, rambut gimbal, dalam kisah tradisionalnya, dipercaya mampu meningkatkan kekuatan daya tahan tubuh. Keyakinan ini didasari atas pemahaman bahwa energi mental dan spiritual dapat keluar melalui ubun-ubun dan rambut, apabila rambut berbelit dan terkunci, maka dipercaya kekuatan tubuh akan bertahan didalamnya. Kemudian, datanglah sosok Marcus Garvey di Afrika yang mensosialisasikan rambut gimbal ini. Dia (Marcus) mengajarkan religi serta penyadaran identitas kulit hitam melalui UNIA. Dari sinilah, istilah “Dread” muncul. Para pengikut Garvey menggunakan istilah ini untuk rambut gimbal. “Dread” mereka maknai sebagai tanda hormat kepada Tuhan. Kata “Dreadlocks” yang dimaksudkan adalah tatanan rambut yang terkunci para Dread itu sendiri. Dreadlocks semakin banyak dan disosialisasikan semenjak ajaran Rastafarianisme (1930an) menjadi tonggak religi kaum Dread. Dan disini, Dreadlocks menjadi simbol pelengkap para Rastaman. Dreadlocks juga menjadi simbol perlawanan dan ketidakpuasan rasta-rasta kepada pemerintaahan di Jamaika saat itu. Kelompok “Balhead” (kulit putih dan rambut pirang) dan Rasta juga dibedakan dengan rambut gimbal. Kaum “Balhead” ini mereka (rasta) samakan dengan kaum penguasa dan penindas atau “Babylon”. Karena perkemahan rasta di tutup oleh pemerintah di tahun 1960an, maka kaum rasta berpindah ke Kota Kingston. Dan dari sini jugalah, Bob Marley dengan reggae yang disertai dengan rambut gimbalnya semakin populer. Akhirnya, pada saat itu rambut gimbal secepat kilat menjadi trendsetter dalam dunia hair fashion. Pada intinya, “Dreadlocks” bukan hanya sebagai trend, tetapi juga sebagai bentuk dan gambaran protes atas ketidakadilan, anti kekerasan dan penindasan, anti kemapanan dan solidaritas, dan tentu saja selalu cinta akan perdamaian. Peace, Love, and Respect, One Love One Heart. Woyyo Man.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Damai Dengan Cinta

Yang Tidak Suka Keributan Menandakan Bahwa Dia Orang Pintar ..

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: